Posted in Indonesian, Reviews, Website/Online Shopping

Pengalaman Mengesalkan Belanja di Shopee

Suka belanja online? Pastilah, di jaman digital seperti sekarang ini, belanja online sudah hampir menjadi kebutuhan masyarakat pada umumnya, menggeser kebiasaan belanja di mall. Apalagi jika kita tinggal di kota Jakarta yang setiap saat jalanannya macet. Tidak saja belanja fashion items (baju, tas, sepatu, make up dan lain lain), elektronik, bahkan furniture, obat-obatan dan sayur/buah segar/frozen food pun bisa dilakukan online. Namun, selain kemudahan yang kita dapat dari belanja online, ada saat ketika kita mendapat pengalaman tidak menyenangkan bahkan mengesalkan pada saat belanja online. Salah satunya yang akan saya share berikut ini.

Shopee ….pasti sudah familiar dengan nama yang satu ini kan? Iklannya dengan ikon salah satu artis yang sedang hits selalu menggema hampir di setiap media advertisements. Jujur, saya pribadi, sebagai online shoperholic, agak picky ketika belanja online, dan Shopee (siapapun brand ambassador-nya, bagimanapun iklannya), tidak pernah menarik perhatian saya. Saya lebih suka belanja di website e-commerce/marketplace yang lebih reliable. Selama ini, e-commerce/marketplace andalan saya hanya terbatas: Zalora, Blibli, Blanja, Lazada, dan yang belakangan paling sering di ilotte. Tapi, beberapa waktu yang lalu saya tergoda untuk belanja di Shopee gara-gara melihat salah satu seller menjual celana jeans dengan model unik (sudah lama banget saya cari yang seperti ini belum ketemu, baik di online/offline market). Sebelum memutuskan belanja, sayapun mulai membaca hampir semua review dari produk yang dijual seller ini, terutama review yang paling jelek dulu dan yang terpenting melihat foto yang ditampilkan oleh pembeli di review-review tersebut. Memang ada beberapa review kurang menyenangkan, namun percentage-nya kecil (sekitar belasan dari ribuan review), lalu dari foto-foto yang ditampilkan pembeli mirip sekali dengan foto-foto yang ditampilkan seller. Dan sayapun chat dengan seller dahulu untuk memastikan ukuran celana jeans yang ditampilkan sudah benar, sehingga saya tidak salah size/nomor. Setelah semua yakin, barulah saya transaksi. Setelah hampir 5 hari (sebagai catatan, posisi seller di Jakarta Pusat, sama dengan lokasi saya, dan satu kecamatan!), akhirnya barang pesanan saya sampai. Sambil dag dig dug membuka paket, dan ….sudah happy banget melihat barangnya oke, mirip dengan yang di foto, bahan/material jeans-nya juga bagus (tebal), buru-buru dicoba dong ……eh kok tidak bisa dikancingkan, baru deh liat size. Ternyata size di celana tidak sesuai dengan yang saya pesan, anehnya pada tag celana, size benar. Langsung drop, bete, kesel dan lain-lain. Next move, foto celana, chat ke seller ada kesalahan barang yang dikirim, size tidak sesuai sehingga tidak muat di saya. Tapi respon seller, semakin bikin kita kesel.  Bisa dibaca di screen-shot dibawah ini.

Tidak mendapat solusi dari Seller, saya ke live chat dengan customer service Shopee, mereka menyarankan kalau memang saya tidak mau terima barangnya, bisa mengajukan pengembalian barang/dana. Lalu mereka memberitahukan prosedur pengembalian barang/dana, yang intinya kita sebagai pembeli yang harus mempacking ulang, mengirimkan barangnya ke warehouse Shopee (kalau menggunakan kantor pos gratis, kalau menggunakan jasa kurir lain pembeli yang menanggung biaya), melampirkan bukti kuat kenapa kita klaim pengembalian barang/dana (berupa foto barang tidak sesuai dengan pesanan, ada defect/cacat, bukti komunikasi dengan seller yang tidak ada solusi, dan lain-lain), dan mengirimkan bukti/resi pengiriman barang ke Shopee, tunggu 3 – 5 hari sampai barang diterima warehouse Shopee, di-validasi dan seller konfirmasi, setelah itu baru pihak Shopee akan memproses pengembalian dana. Setelah pembatalan sukses, Shopee akan mengembalikan dana ke Shopeepay kita, kecuali untuk transaksi yang pembayarannya dilakukan dengan kartu kredit/debit online, membutuhkan waktu 7 – 14 hari sampai kita terima dana kita. Tambahan catatan, timing yang diberikan itu teorinya lho, in real, banyak fator yang bikin semua langkah di prosedur tersebut menjadi lambat dan irritating. So ……. ribet enggak sie ??? Ngeselin gak sie, seller yang salah, ujung-ujungnya pembeli yang dibikin repot. This could be my first and last time purchase in Shopee. Wasting time and so annoying!

Advertisements
Posted in Indonesian, Thought/Story, Tips

“Mumps”

Gondongan atau istilah kerennya “Mumps”, lebih dikenal sebagai penyakit anak-anak karena lebih sering menyerang anak-anak. Jadi ketika saya di-diagnosa dokter terkena virus “Mumps” ini, antara bingung dan penasaran bisa tertular darimana, juga sedikit lega (cenderung agak meremehkan) karena dulu ingat waktu masih kecil melihat anak-anak lain yang terkena gondongan, mereka masih ceria dan main-main, jadi saya pikir tidak parah. Sebelum ke dokter juga saya sempat browsing-browsing di internet mengenai virus “Mumps” ini dan obat yang paling mujarab adalah “bedrest”. Namun, ternyata efek gondongan di orang dewasa (yang saya rasakan) tidak seringan yang saya bayangkan! Dulu saya pernah terkena typhus, jika dibandingkan dengan “Mumps” ini, menurut saya “Mumps” lebih berat. Sama-sama penyebabnya virus, harus “bedrest” agar cepat sembuh, namun kalau typhus, sakit kepala dan demam hanya menyerang di malam hari (siang hari tidak terlalu berasa sakit, hanya kadang-kadang sakit kepala) dan masih bisa makan; kalau “Mumps” setiap saat bisa demam tinggi, badan linu-linu/cenut-cenut seperti ditusuk-tusuk jarum, sakit kepala (berat dan seperti ditusuk ribuan jarum), yang paling tidak mengenakkan adalah tidak bisa makan karena tiap mengunyah rahang sakit, belum lagi buka mulut juga sakit :(. Saya pribadi sebetulnya type orang yang suka makan, bahkan dalam keadaan sakitpun, seringnya tidak mengganggu appetite/selera makan saya, ini yang membantu cepat sembuh tiap sakit. Karena masalah dengan “tidak bisa makan” ini, membuat sakit “Mumps” saya jadi lama sembuhnya. Dari pengalaman orang-orang yang saya baca, rata-rata mereka yang terkena “Mumps” sembuh total setelah semingguan, anak-anak lebih cepat sembuh antara 3 – maks 7 hari (malah ada yang 2 hari sudah hilang bengkaknya). Saya sembuh setelah 10 hari, itupun saya masih bisa merasakan bengkak kecil dibawah pipi meskipun sudah tidak sakit kalau saya raba.

Anyway…..bagaimana tanda-tanda awal terkena virus “Mumps” ini? Kronologisnya begini:

Rabu, 1 November

Malam hari sakit kepala (saya minum paracetamol), demam dan badan berasa linu-linu membuat saya tidak bisa tidur sama sekali (saya memang sering ada gangguan dengan tidur/insomnia). Sebetulnya sebelum hari Rabu ini saya sudah merasakan sakit kepala dan badan panas, tapi tidak terlalu saya rasakan. Baru Rabu malam ini yang gejala sakitnya bikin tidak bisa tidur sama sekali.

Kamis, 2 November

Pagi, ada pembengkakan di leher kanan atas/dibawah pipi sebesar bawang putih besar, tidak terlalu sakit kalau saya tekan tapi rahang mulai kaku. Meskipun saya masih bisa makan seperti biasa, saya mulai agak panik, curiga antara gondok (pembengkakan karena gangguan kelenjar tiroid) atau pembengkakan kelenjar getah bening. Malamnya makin tidak bisa tidur karena demam, seluruh badan linu-linu dan sakit kepala makin parah. Saya minum obat demam dan pain killer (paracetamol juga) untuk sakit kepala.

Jumat, 3 November

Ada pembengkakan di rahang (bawah telinga) bagian kiri, sementara bengkak yang pertama di leher kanan belum hilang, malah agak membesar. Sakit kepala dan demam masih terasa, meskipun sudah minum obat, tapi masih bisa makan. Akhirnya menyerah ke dokter juga :)…… dan dibilang kena virus “Mumps”. Dari dokter diberikan obat anti virus (bukan anti biotik), obat demam dan vitamin untuk daya tahan tubuh, lalu disuruh kalau bisa “bedrest”.

Jumat malam sampai Sabtu malam, sepertinya hari dan malam puncaknya para virus “Mumps” berpesta pora karena dibanding sebelumnya, ini yang paling parah. Sepanjang hari itu demam tinggi, cenut-cenut seluruh badan yang bikin kulit ikut sensitif (gesekan dengan sprei saja sudah bikin badan sakit), tapi yang paling mana tahan adalah sakit kepala, rasanya kayak pingin dicopot aja deh hahaha. Tidak bisa makan sama sekali karena buka mulut saja sudah sakit, akhirnya cuma bisa minum banyak air putih hangat.

Minggu, 5 November

Mulai bisa makan, tapi soup encer (saya buat soup yang bahan-bahannya saya blender dahulu baru dimasak). Tiga hari berikutnya makanan saya seperti itu.

Rabu, 8 November

Demam dan sakit kepala sudah mulai berkurang, tapi bengkak masih belum kempis. Sudah mulai bisa makan biasa (mengunyah pelan).

Jumat, 10 November

Bengkak sudah mulai kempis, meskipun muka masih seperti kayak pemeran “Nutty Professor” 😦 .

Sebagai pembelajaran, berikut rangkuman terkait mengenai gondongan / “Mumps” (diambil dari beberapa sumber, antara lain http://www.aladokter.com):

Pengertian

Gondongan adalah pembengkakan yang terjadi pada kelenjar parotis akibat infeksi virus. Kelenjar parotis merupakan suatu kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi air liur dan terletak tepat di bawah telinga. Saat terjadi gondongan, bagian sisi wajah penderita akan terlihat membesar. Penyakit gondongan merupakan penyakit menular yang umumnya diderita oleh anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus. Penyebaran virus gondongan bisa terjadi melalui percikan ludah yang dikeluarkan oleh penderita gondongan ketika batuk atau bersin. Orang yang sehat dapat tertular gondongan apabila percikan tersebut masuk ke hidung atau mulut mereka, baik secara langsung atau pun lewat perantara. Misalnya akibat berbagi peralatan makan dengan penderita atau menyentuh permukaan benda-benda yang sudah terkontaminasi virus dari si penderita. Penularan virus gondongan dari si penderita kepada orang sehat dapat terjadi dengan sangat cepat. Masa rawan penularan terutama adalah beberapa hari sebelum kelenjar parotis penderita bengkak sampai lima hari setelah pembengkakan muncul.

Gejala Gondongan

Gejala gondongan biasanya baru akan muncul 14-25 hari setelah infeksi virus terjadi. Gejala gondongan ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis yang membuat sisi wajah tampak membengkak. Pasca pembengkakan kelenjar parotis, gejala lainnya akan mulai berkembang. Di antaranya adalah:

  • Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
  • Nyeri sendi.
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius.
  • Mulut kering.
  • Nyeri perut.
  • Hilang nafsu makan.
  • Lelah.
  • Sakit kepala.

Pengobatan Gondongan

Gondongan dapat pulih saat sistem kekebalan tubuh berhasil mengatasi infeksi yang terjadi. Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan gondongan, beberapa cara dapat dilakukan guna meredakan gejalanya, antara lain adalah dengan banyak minum air putih dan menghindari minuman yang mengandung asam supaya tidak  merangsang kelenjar parotis, mengompres bagian yang bengkak dan terasa sakit  dengan air hangat, serta mengonsumsi makanan lunak. Ketiga cara tersebut dapat meringankan rasa nyeri.

Bentuk penanganan lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat pereda sakit yang dijual bebas di pasaran, seperti ibuprofen dan paracetamol, apabila dibutuhkan. Selama masa penyembuhan, dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat hingga gejala mereda. Penyembuhan penyakit gondongan biasanya memerlukan waktu satu sampai dua minggu.

 

 

 

Posted in Indonesian, Miscl, Travel, Website/Online Shopping

Terbang dengan Citilink bisa Mendapatkan Garuda Miles Mileage?

bleebloob, this & that, shanti1507, susanti1507, garuda indonesia, garuda frequent flyer, garuda miles, supergreen citilink, citilink, supergreen garuda miles, award ticket, tiket gratis, upgrade ticket, tiket upgrade, award mileage, miles, mileage, terbang gratis, all nippon airlines, ana airlines, korean airlines, air france, klm, etihad, travel, blog, blogging, blogger, travel blog

Mulai 24 Februari 2017, program keanggotaan Garuda Indonesia, yakni Garuda Miles telah bergabung dengan program keanggotaan Citilink yang bernama Supergreen, yang untuk selanjutnya menjadi Supergreen Garuda Miles. Untuk para traveler yang sebelumnya telah tergabung dengan Supergreen, otomatis akan menjadi anggota Garuda Miles, begitupun sebaliknya untuk traveler dengan keanggotaan Garuda Miles. Dengan demikian, Anda para traveler bisa mengumpulkan Garuda Miles mileage melalui penerbangan tidak saja dengan Garuda Indonesia, namun juga penerbangan Citilink. Jumlah poin yang dikumpulkan dari penerbangan Citilink akan tergabung jadi satu dalam keanggotaan Garuda Miles/Supergreen Garuda Miles, untuk selanjutnya dapat digunakan untuk mendapatkan tiket gratis/award ticket penerbangan Garuda Indonesia, Citilink, ataupun penerbangan partner Garuda Indonesia yang lain, atau dapat juga digunakan untuk upgrade tiket.

Mekanisme penukaran mileage dengan tiket gratis/award ticket atau upgrade tiket sebagai berikut:

  • untuk anggota Garuda Miles: melalui www.Garuda-Indonesia.com atau telephone ke Garuda Indonesia Contact Center  di nomor +62 21 23519999 / 0804 1807 807 (dari Indonesia) atau datang langsung ke kantor penjualan Garuda Indonesia untuk melakukan reservasi dan pemotongan mileage. Award ticket hanya dapat dikeluarkan selambat-lambatnya 4 (empat) jam sebelum penerbangan.
  • untuk anggota Supergreen Garuda Miles: bisa melakukan penukaran melalui website Citilink di https://member.citilink.co.id.

Untuk memastikan Anda mendapatkan mileage dari setiap penerbangan Anda, baik yang menggunakan Garuda Indonesia ataupun Citilink, agar dipastikan Anda selalu menyebutkan atau memasukkan nomor keanggotaan Garuda Miles/Supergreen Garuda Miles Anda dalam setiap proses reservasi serta ketika check-in di bandara. Jika Anda lupa memasukkan nomor keanggotaan, Anda bisa melakukan klaim untuk mileage yang belum dikreditkan ke akun Anda, dengan catatan klaim hanya berlaku untuk  penerbangan yang diambil dalam 6 bulan terakhir. Detail informasi klaim mileage dapat dilihat disini.

Screen capture diatas merupakan riwayat transaksi pengkreditan mileage di akun Garuda Miles saya, setelah saya melakukan penerbangan dengan Citilink beberapa waktu yang lalu.

Related post: Kelebihan Kartu Kredit Co-Brand Airline Kartu Debit Co-Brand Airlines, Mengumpulkan Miles Penerbangan tanpa Terbang dan Earning Miles via TripAdvisor (Mengumpulkan Miles Penerbangan via TripAdvisor).