Posted in Indonesian, Thought/Story, Tips

“Mumps”

Gondongan atau istilah kerennya “Mumps”, lebih dikenal sebagai penyakit anak-anak karena lebih sering menyerang anak-anak. Jadi ketika saya di-diagnosa dokter terkena virus “Mumps” ini, antara bingung dan penasaran bisa tertular darimana, juga sedikit lega (cenderung agak meremehkan) karena dulu ingat waktu masih kecil melihat anak-anak lain yang terkena gondongan, mereka masih ceria dan main-main, jadi saya pikir tidak parah. Sebelum ke dokter juga saya sempat browsing-browsing di internet mengenai virus “Mumps” ini dan obat yang paling mujarab adalah “bedrest”. Namun, ternyata efek gondongan di orang dewasa (yang saya rasakan) tidak seringan yang saya bayangkan! Dulu saya pernah terkena typhus, jika dibandingkan dengan “Mumps” ini, menurut saya “Mumps” lebih berat. Sama-sama penyebabnya virus, harus “bedrest” agar cepat sembuh, namun kalau typhus, sakit kepala dan demam hanya menyerang di malam hari (siang hari tidak terlalu berasa sakit, hanya kadang-kadang sakit kepala) dan masih bisa makan; kalau “Mumps” setiap saat bisa demam tinggi, badan linu-linu/cenut-cenut seperti ditusuk-tusuk jarum, sakit kepala (berat dan seperti ditusuk ribuan jarum), yang paling tidak mengenakkan adalah tidak bisa makan karena tiap mengunyah rahang sakit, belum lagi buka mulut juga sakit :(. Saya pribadi sebetulnya type orang yang suka makan, bahkan dalam keadaan sakitpun, seringnya tidak mengganggu appetite/selera makan saya, ini yang membantu cepat sembuh tiap sakit. Karena masalah dengan “tidak bisa makan” ini, membuat sakit “Mumps” saya jadi lama sembuhnya. Dari pengalaman orang-orang yang saya baca, rata-rata mereka yang terkena “Mumps” sembuh total setelah semingguan, anak-anak lebih cepat sembuh antara 3 – maks 7 hari (malah ada yang 2 hari sudah hilang bengkaknya). Saya sembuh setelah 10 hari, itupun saya masih bisa merasakan bengkak kecil dibawah pipi meskipun sudah tidak sakit kalau saya raba.

Anyway…..bagaimana tanda-tanda awal terkena virus “Mumps” ini? Kronologisnya begini:

Rabu, 1 November

Malam hari sakit kepala (saya minum paracetamol), demam dan badan berasa linu-linu membuat saya tidak bisa tidur sama sekali (saya memang sering ada gangguan dengan tidur/insomnia). Sebetulnya sebelum hari Rabu ini saya sudah merasakan sakit kepala dan badan panas, tapi tidak terlalu saya rasakan. Baru Rabu malam ini yang gejala sakitnya bikin tidak bisa tidur sama sekali.

Kamis, 2 November

Pagi, ada pembengkakan di leher kanan atas/dibawah pipi sebesar bawang putih besar, tidak terlalu sakit kalau saya tekan tapi rahang mulai kaku. Meskipun saya masih bisa makan seperti biasa, saya mulai agak panik, curiga antara gondok (pembengkakan karena gangguan kelenjar tiroid) atau pembengkakan kelenjar getah bening. Malamnya makin tidak bisa tidur karena demam, seluruh badan linu-linu dan sakit kepala makin parah. Saya minum obat demam dan pain killer (paracetamol juga) untuk sakit kepala.

Jumat, 3 November

Ada pembengkakan di rahang (bawah telinga) bagian kiri, sementara bengkak yang pertama di leher kanan belum hilang, malah agak membesar. Sakit kepala dan demam masih terasa, meskipun sudah minum obat, tapi masih bisa makan. Akhirnya menyerah ke dokter juga :)…… dan dibilang kena virus “Mumps”. Dari dokter diberikan obat anti virus (bukan anti biotik), obat demam dan vitamin untuk daya tahan tubuh, lalu disuruh kalau bisa “bedrest”.

Jumat malam sampai Sabtu malam, sepertinya hari dan malam puncaknya para virus “Mumps” berpesta pora karena dibanding sebelumnya, ini yang paling parah. Sepanjang hari itu demam tinggi, cenut-cenut seluruh badan yang bikin kulit ikut sensitif (gesekan dengan sprei saja sudah bikin badan sakit), tapi yang paling mana tahan adalah sakit kepala, rasanya kayak pingin dicopot aja deh hahaha. Tidak bisa makan sama sekali karena buka mulut saja sudah sakit, akhirnya cuma bisa minum banyak air putih hangat.

Minggu, 5 November

Mulai bisa makan, tapi soup encer (saya buat soup yang bahan-bahannya saya blender dahulu baru dimasak). Tiga hari berikutnya makanan saya seperti itu.

Rabu, 8 November

Demam dan sakit kepala sudah mulai berkurang, tapi bengkak masih belum kempis. Sudah mulai bisa makan biasa (mengunyah pelan).

Jumat, 10 November

Bengkak sudah mulai kempis, meskipun muka masih seperti kayak pemeran “Nutty Professor” ūüė¶ .

Sebagai pembelajaran, berikut rangkuman terkait mengenai gondongan / “Mumps” (diambil dari beberapa sumber, antara lain http://www.aladokter.com):

Pengertian

Gondongan adalah pembengkakan yang terjadi pada kelenjar parotis akibat infeksi virus. Kelenjar parotis merupakan suatu kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi air liur dan terletak tepat di bawah telinga. Saat terjadi gondongan, bagian sisi wajah penderita akan terlihat membesar. Penyakit gondongan merupakan penyakit menular yang umumnya diderita oleh anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus. Penyebaran virus gondongan bisa terjadi melalui percikan ludah yang dikeluarkan oleh penderita gondongan ketika batuk atau bersin. Orang yang sehat dapat tertular gondongan apabila percikan tersebut masuk ke hidung atau mulut mereka, baik secara langsung atau pun lewat perantara. Misalnya akibat berbagi peralatan makan dengan penderita atau menyentuh permukaan benda-benda yang sudah terkontaminasi virus dari si penderita. Penularan virus gondongan dari si penderita kepada orang sehat dapat terjadi dengan sangat cepat. Masa rawan penularan terutama adalah beberapa hari sebelum kelenjar parotis penderita bengkak sampai lima hari setelah pembengkakan muncul.

Gejala Gondongan

Gejala gondongan biasanya baru akan muncul 14-25 hari setelah infeksi virus terjadi. Gejala gondongan ditandai dengan pembengkakan kelenjar parotis yang membuat sisi wajah tampak membengkak. Pasca pembengkakan kelenjar parotis, gejala lainnya akan mulai berkembang. Di antaranya adalah:

  • Nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
  • Nyeri sendi.
  • Demam dengan suhu lebih dari 38 derajat Celsius.
  • Mulut kering.
  • Nyeri perut.
  • Hilang nafsu makan.
  • Lelah.
  • Sakit kepala.

Pengobatan Gondongan

Gondongan dapat pulih saat sistem kekebalan tubuh berhasil mengatasi infeksi yang terjadi. Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan gondongan, beberapa cara dapat dilakukan guna meredakan gejalanya, antara lain adalah dengan banyak minum air putih dan menghindari minuman yang mengandung asam supaya tidak  merangsang kelenjar parotis, mengompres bagian yang bengkak dan terasa sakit  dengan air hangat, serta mengonsumsi makanan lunak. Ketiga cara tersebut dapat meringankan rasa nyeri.

Bentuk penanganan lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat pereda sakit yang dijual bebas di pasaran, seperti ibuprofen dan paracetamol, apabila dibutuhkan. Selama masa penyembuhan, dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat hingga gejala mereda. Penyembuhan penyakit gondongan biasanya memerlukan waktu satu sampai dua minggu.

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on ““Mumps”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s